Jatibarang Fun Run dan Senam Bersama

Jatibarang Fun Run dan Senam Bersama

Keresahan Pedagang Alun-Alun Brebes: Omzet Turun Akibat Maraknya Gepeng, Laporan ke Satpol PP Tak Direspons. BREBES – Para pedagang di kawasan

 

Alun-Alun Brebes kini tengah mengeluhkan menjamurnya Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) yang kian meresahkan. Keberadaan mereka yang kerap tidur di fasilitas umum seperti kursi-kursi alun-alun membuat estetika kota terganggu dan memicu penurunan omzet pedagang secara drastis.

Yani salah satu pedagang minuman di alun-alun Brebes , " Banyak pelanggan yang merasa tidak nyaman memilih untuk membungkus makanan mereka (take away), atau bahkan membatalkan niatnya untuk jajan di kawasan tersebut ".

Salah satu pedagang minuman yang biasa berjualan dari pagi hingga siang hari, Yani, mengungkapkan keluh kesahnya kepada awak media.

Ia mengaku sering kali kehilangan pelanggan yang awalnya berniat untuk makan atau minum di tempat.

"Saya sering tanya ke pelanggan yang tidak jadi beli atau milih dibungkus. Mereka jujur bilang kalau merasa terganggu dan tidak nyaman dengan banyaknya gepeng di seputar alun-alun ini," ujar Yani kecewa.

Menurut para pedagang, situasi ini sudah berlangsung cukup lama. 

Mereka juga mengaku telah berupaya melaporkan masalah ini ke Kantor Satpol PP Kabupaten Brebes agar segera ada tindakan penertiban.

Namun sayangnya, hingga saat ini laporan dari para pedagang tersebut belum mendapatkan tanggapan maupun tindakan nyata dari pihak berwenang.

Punya tempat tinggal Walaupun  kos sebulan 500.000, Pilih Tidur di Alun-AlunIronisnya, dari hasil penelusuran di lapangan, tidak semua gepeng tersebut benar-benar tidak memiliki tempat tinggal , ujar Sri Ningsih Salah satu gelandangan yang kerap tidur di kursi Alun-Alun Brebes, 

Bu Sri Ningsih, kedapatan membawa serta cucunya untuk ikut menginap di fasilitas publik tersebut.

Saat ditanya lebih lanjut, terungkap fakta mengejutkan bahwa Bu Sri sebenarnya memiliki tempat tinggal atau kos-kosan di Desa siasem. 

Namun, ia tetap memilih menghabiskan hari-hari dan tidurnya di alun-alun untuk alasan tertentu.Fenomena ini tentu menjadi tamparan keras bagi penataan ruang publik di Brebes. 

Para pedagang berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penertiban dan pembinaan agar fungsi Alun-Alun Brebes sebagai ruang publik yang bersih, aman, dan nyaman dapat kembali pulih.

Sementara itu Arif Syaefuddin, S.ST (atau sering ditulis Arif Saefudin)  Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (sebelumnya Bidang Jaminan dan Rehabilitasi Sosial) di Dinas Sosial Kabupaten Brebes, menjelaskan bahwasanya orang seperti itu kalau punya KTP akan bawa Salah satu rujukan utamanya adalah Panti Pelayanan Sosial PGOT "Mardi Utomo" Semarang, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Reporter:Teguh

Editor:Wahidin

 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keresahan Pedagang Alun-Alun Brebes: Omzet Turun Akibat Maraknya Gepeng, Laporan ke Satpol PP Tak Direspons. BREBES – Para pedagang di kawasan "

Posting Komentar