Jatibarang Fun Run dan Senam Bersama

Jatibarang Fun Run dan Senam Bersama

Ukuran Keberhasilan Makan Bergizi Gratis Kembali Dipertanyakan Setelah Anggaran Turun



​Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan mengalami penurunan dari yang semula direncanakan sebesar Rp335 triliun menjadi Rp240 triliun untuk tahun depan.

 Perubahan angka yang signifikan ini memicu pertanyaan kritis terkait arah dan tolok ukur keberhasilan program prioritas tersebut.

​Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino. Ia menyoroti peran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dinilai bertanggung jawab penuh dalam merancang, menentukan, sekaligus mengevaluasi keberhasilan program MBG.

​Harris menegaskan bahwa Bappenas tidak bisa hanya mengukur keberhasilan MBG berdasarkan variabel output, seperti jumlah porsi makanan yang didistribusikan, total penerima manfaat, atau banyaknya dapur umum yang beroperasi. Sebaliknya, Bappenas harus menetapkan kriteria keberhasilan berbasis dampak jangka panjang (outcome) yang nyata.

​Menurut Harris, indikator utama yang seharusnya digunakan Bappenas mencakup penurunan angka stunting, penekanan kasus keracunan makanan, peningkatan status gizi dan prestasi belajar siswa, hingga dampak sistematis terhadap mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa depan.  ***Wahidin SW


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ukuran Keberhasilan Makan Bergizi Gratis Kembali Dipertanyakan Setelah Anggaran Turun"

Posting Komentar